Waktu persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 semakin menipis. Mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026, sebanyak 432 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga akan membawa Merah Putih menghadapi persaingan olahraga terbesar di Asia. Kontingen tersebut telah ditetapkan melalui proses evaluasi yang disebut Kementerian Pemuda dan Olahraga dan NOC Indonesia dilakukan secara objektif untuk memastikan atlet yang dikirim memiliki kesiapan dan peluang prestasi.
Namun, jumlah besar itu membawa pertanyaan yang jauh lebih penting daripada sekadar berapa banyak atlet yang diberangkatkan: seberapa jauh Indonesia mampu mengubah jumlah kontingen menjadi prestasi?
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta setiap cabang olahraga memiliki target yang jelas. Pemerintah tidak ingin target medali berhenti sebagai angka administratif, tetapi menjadi ukuran konkret terhadap kesiapan masing-masing cabor.
Indonesia kali ini memasang target empat medali emas. Target tersebut lebih rendah dibandingkan capaian tujuh emas pada Asian Games Hangzhou 2022. Penurunan target bukan semata-mata karena pesimisme. Beberapa nomor yang sebelumnya menjadi sumber emas Indonesia tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya.
Meski demikian, target empat emas tetap menyimpan tekanan. Asian Games bukan panggung untuk sekadar hadir. Setiap pertandingan akan menjadi ukuran apakah pembinaan olahraga nasional benar-benar menghasilkan atlet yang mampu bersaing di level Asia.
Dengan hanya hitungan pekan menuju pertandingan, Erick meminta atlet menjaga fokus, kondisi fisik, dan mental. Fase akhir persiapan dianggap sangat menentukan agar program latihan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menghasilkan performa ketika pertandingan dimulai.
Bagi Indonesia, Aichi-Nagoya bukan hanya soal mengejar medali. Ini adalah rapor terbuka olahraga nasional: apakah investasi, pembinaan, seleksi, dan kerja federasi selama bertahun-tahun mampu dibayar dengan prestasi ketika Merah Putih benar-benar diuji di arena Asia.
