Anak Krakatau Masih Siaga

banner 468x60

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih tergolong tinggi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingatkan erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu menyusul masih terekamnya sejumlah gempa yang berkaitan dengan aktivitas gunung api tersebut pada Senin (7/9/2026).

Berdasarkan pemantauan periode pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat 17 gempa berfrekuensi rendah, 23 gempa hybrid, serta sembilan tremor harmonik dan tremor menerus. Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan dinamika fluida dan rekahan batuan masih berlangsung di dalam sistem vulkanik Anak Krakatau.

Read More
banner 300x250

Kondisi tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi melalui pos pengamatan di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung, terus melakukan pemantauan serta mengevaluasi seluruh data kegempaan dan aktivitas vulkanik secara berkala.

Sebelumnya, Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Erupsi dimulai pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Setelah itu, aktivitas kembali menunjukkan karakter letusan strombolian dan tercatat terjadi tiga kali erupsi.

Pemerintah mengingatkan masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung agar tidak mendekati kawasan kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat berubah dengan cepat. Karena itu, kewaspadaan, kepatuhan terhadap rekomendasi petugas, dan pemantauan informasi resmi menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar Selat Sunda.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *