Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Rantai Pasok dan Ekonomi Pesisir

Anak Krakatau
Source: RCTI

Peningkatan aktivitas dan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali memberikan riak bagi kondisi perekonomian masyarakat di kawasan pesisir Banten dan Lampung. Penerapan zona merah dan pembatasan radius aman 3 kilometer oleh Badan Geologi memaksa sebagian besar nelayan tradisional menghentikan aktivitas melaut mereka sementara waktu. Kebijakan keselamatan ini langsung berdampak pada volume tangkapan ikan harian yang menyusut drastis.

Kondisi erupsi gunung anak krakatau tersebut membuat pasokan yang menipis memicu kenaikan harga komoditas laut di pasar-pasar lokal. Para pedagang mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok ikan segar, sementara minat beli konsumen cenderung tertahan akibat fluktuasi harga. Tidak hanya sektor perikanan, dampak penurunan aktivitas ekonomi juga merembet ke sektor logistik dan perdagangan antar-pulau. Meskipun jalur utama penyeberangan kapal feri masih beroperasi, beberapa pelaku usaha mikro di sekitar kawasan pelabuhan dan pesisir mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.

Read More

Di sisi lain, sektor pariwisata bahari di sepanjang pantai Anyer hingga Carita turut merasakan dampaknya. Gelombang pembatalan pemesanan kamar hotel serta paket wisata pantai terjadi seiring meningkatnya kewaspadaan wisatawan terhadap potensi sebaran abu vulkanik. Situasi ini menuntut fleksibilitas para pelaku usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan potensi kebencanaan yang berulang.

Pemerintah daerah bersama pihak perbankan diharapkan dapat segera mengintervensi dengan menyediakan skema stimulus atau bantuan darurat. Langkah ini dinilai krusial agar daya beli masyarakat pesisir tetap terjaga di tengah dinamika alam Selat Sunda yang belum sepenuhnya stabil.

Related posts