Harga emas dunia tertekan pada penghujung Agustus 2026 setelah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh memperkuat perhatian pasar terhadap arah suku bunga AS. Pada Senin, 31 Agustus 2026, terpantau harga spot berada di sekitar US$4.448 per troy ounce setelah sebelumnya merosot lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat.
Warsh menilai inflasi AS belum cukup terkendali untuk membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter. Sinyal tersebut mendorong investor menghitung kembali prospek suku bunga, sementara penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS turut menekan daya tarik emas.
Di sisi lain, ketegangan AS-Iran di sekitar Selat Hormuz berpotensi meningkatkan harga minyak dan tekanan inflasi. Kondisi ini dapat memperkuat pertimbangan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Meski terkoreksi, emas masih mencatat kenaikan bulanan lebih dari 10 persen. Investor selanjutnya akan mencermati data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, dan perkembangan geopolitik sebagai penentu pergerakan harga emas.





