Gunung Ungaran Terancam Proyek Geothermal, Warga Tolak Budaya Dijadikan Tumbal

banner 468x60

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran tidak hanya memunculkan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka pertanyaan serius tentang nasib ruang budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Penolakan warga dan aliansi masyarakat terhadap proyek tersebut menunjukkan bahwa Gunung Ungaran tidak semata-mata dipandang sebagai bentang alam yang menyimpan potensi energi, melainkan sebagai ruang yang memiliki nilai historis, spiritual, sosial, dan kultural.

Bagi masyarakat sekitar, kawasan gunung memiliki hubungan erat dengan tradisi, pengetahuan lokal, serta praktik penghormatan terhadap alam yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, ketika kawasan tersebut masuk dalam rencana pengembangan energi, kekhawatiran tidak berhenti pada persoalan perubahan bentang alam. Yang dipertaruhkan juga adalah keberlanjutan hubungan masyarakat dengan ruang hidup dan warisan budaya mereka.

Read More
banner 300x250

Di titik inilah pembangunan berkelanjutan seharusnya tidak berhenti pada kalkulasi kebutuhan energi dan investasi. Proyek energi yang mengatasnamakan masa depan justru dapat menjadi paradoks apabila mengorbankan ingatan kolektif masyarakat hari ini.

Gunung Ungaran akhirnya menghadirkan pertanyaan mendasar: apakah transisi energi harus dibayar dengan menyusutnya ruang budaya masyarakat? Jika pembangunan tidak mampu menghormati suara warga dan nilai budaya setempat, energi bersih berisiko meninggalkan persoalan sosial yang tidak kalah kotor.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *